Pengertian Tri Dharma Perguruan Tinggi

Setiap perguruan tinggi baik akademi, institut sampai universitas memiliki tujuan tertentu yang secara umum harus dijalankan. Perguruan tinggi bukanlah sekedar lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada level papan atas, namun juga harus dapat menjawab tantangan. Baik fenomena, kasus, kejadian ataupun perkembangan masyarakat harus dijawab, dipecahkan dan dikembangkan.

Hal tersebut terejawentahkan dalam bentuk pokok-pokok yang disebut dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Tridharma Perguruan Tinggi merupakan sebuah pokok penting apa yang menjadi dasar pijakan baik universitas, akademi maupun institut tinggi dalam pendiriannya. Praktisnya adalah perguruan tinggi tidak hanya sekedar menggelar pendidikan tinggi saja namun juga melakukan serangkaian kegiatan yang secara terus menerus dapat disempurnakan dan diaplikasikan. Hal itulah yang menjadi latar belakang pendirian sebuah perguruan tinggi.

Komitmen perguruan tinggi dalam penyelenggaraannya inilah yang lalu secara praktis dirangkum dalam Tridharma Perguruan tinggi. Adanya Tridharma Perguruan Tinggi ini menjadikan dunia akademis memiliki arah dan tujuan yang jelas mengapa sebuah universitas didirikan. Hal ini juga menjadi jawaban paling mendasar apa yang membedakan penyelenggaraan perguruan tinggi jika dibandingkan dengan pendidikan dasar atau menengah.

Apa Itu Tridharma Perguruan Tinggi?

Sebuah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tidaklah didirikan atas dasar kebutuhan saja, namun juga menjawab aspek penting dalam kehidupan yang begitu kompleks. Oleh karena itulah baik secara tersirat maupun esensi dari sebuah perguruan tinggi haruslah mengacu pada nilai-nilai yang terkandung dalam Tridharma Perguruan Tinggi.

Sesuai namanya, Tridharma Perguruan Tinggi terdapat tiga pokok yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi. Tiga pokok tersebut meliputi pendidikan (pengajaran), penelitian, dan pengabdian masyarakat. Beberapa istilah dalam pokok-pokok tersebut biasanya memiliki penafsiran berbeda antar lembaga pendidikan tinggi, namun memiliki tujuan sama dalam mengadakan dan mengembangkan perguruan tinggi. Dalam prakteknya Tridharma Perguruan Tinggi ini dapat dijalankan siapa saja dalam sivitas akademika yang artinya bukan hanya dosen atau peneliti saja, namun juga oleh mahasiswa. Berikut tiga nilai dalam Tridharma Perguruan Tinggi:

  1. Pendidikan

Dalam Tridharma Perguruan Tinggi, pendidikan mendapatkan tempat utama yang harus dipenuhi baik oleh seluruh sivitas akademika baik dosen, peneliti maupun mahasiswa. Tanpa pendidikan tidak ada ilmu yang bisa diteruskan, diaplikasikan atau bahkan dikembangkan. Oleh karena itulah pendidikan atau perkuliahan wajib dijalankan oleh sebuah perguruan tinggi untuk melanjutkan keilmuan beserta tujuan dan kegunanaannya.

Pendidikan dalam tridharma perguruan tinggi juga bukan hanya dimaknai sebagai sebuah pelajaran semata, akan tetapi juga dimaknai sebagai filosofi perguruan tinggi. Sejak pertama kali perguruan tinggi didirikan maka disitulah keilmuan berpijak dan meneruskan langkahnya. Tugas ini tidak akan pernah selesai hanya oleh seseorang, namun juga oleh generasi selanjutnya. Bahkan pendidikan sebagai instrumen paling penting bagi ilmu pengetahuan berjalan sebagaimana bumi berputar alias tidak berhenti untuk berputar. Artinya pendidikan memiliki berbagai hal yang bisa dimanfaatkan baik objektif maupun esensial.  

Itulah mengapa dalam Tridharma perguruan tinggi pendidikan sangatlah penting demi bukan hanya keberlangsungan keilmuan namun juga kemanfaatan yang besar bagi manusia. Kita tidak bisa mendapatkan ilmu hanya berdasarkan dari ilham semata, namun juga secara objektif harus bisa dibuktikan dan dijelaskan. Hal inilah yang nantinya dapat membawa kemajuan ilmu pengetahuan baik rumpun keilmuan sains, teknik, filsafat, sosial dan sebagainya.

Dalam prakteknya, pendidikan yang dimaksud dalam perguruan tinggi adalah berupa penyelenggaraan pendidikan seperti tingkat diploma, sarjana, dan pasca sarjana/doktoral. Hal itu termasuk didalamnya pendidikan pasca doktoral maupun program profesi atau spesialisasi bagi keilmuan tertentu yang terdiri atas jurusan dan fakultas yang menaunginya. Hal ini berlaku bagi seluruh perguruan tinggi meskipun dalam prakteknya berbeda-beda.

  1. Penelitian

Ilmu pengetahuan ada karena adanya kebutuhan bagi seluruh elemen kehidupan. Namun untuk mengetahui apakah sebuah keilmuan tersebut memang nantinya dapat memberi kemanfaatan bagi seluruh elemen makhluk hidup, maka dibutuhkan penyelidikan maupun investigasi. Inilah mengapa penelitian memegang peranan penting sebagai tridharma perguruan tinggi.

Penyelidikan atas suatu keilmuan dibutuhkan agar kita dapat menyatakan bahwa sebuah ilmu memang memberi bukan hanya pengetahuan dan kemanfaatan yang bisa diambil. Hal inilah yang membuat penelitian harus ada untuk menguji berbagai hal supaya menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Baik secara objektif maupun kritis penelitian haruslah juga memiliki berbagai kriteria agar supaya hasilnya bisa dipelajari, dikembangkan dan diterapkan. Hal ini tentu saja bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa saja nantinya, namun juga bagi lingkungan sekitar.

Sebagaimana pendidikan, penelitian juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini dikarenakan keilmuan pada dasarnya adalah penyelidikan menyeluruh atas seluruh elemen yang ada, sehingga sesuatunya dapat dijelaskan. Fenomena, kasus, hubungan dan sebagainya adalah hal-hal yang harus dipecahkan agar manusia (dalam hal ini mahasiswa perguruan tinggi) dapat belajar bagaimana sesuatu berjalan, atau bagaimana proses-proses itu terbentuk.

Pengejawentahan penelitian ini bisa dilihat pada bagaimana perguruan tinggi membangun laboratorium, tempat praktikum dan fasilitas penunjang pendidikan. Selain itu praktek penelitian bukan hanya dijalankan oleh penelitian dan dosen saja namun juga oleh mahasiswa. Kewajiban kepenulisan jurnal maupun tulisan akademis lain adalah bentuk praktek Tridharma Perguruan Tinggi dalam pokok penelitian ini.

  1. Pengabdian Masyarakat

Sebagai peneliti maupun mahasiswa, kita tidak hanya belajar mengenai suatu keilmuan hanya untuk kita sendiri. Melainkan juga untuk lingkungan sekitar dan tentunya bagi banyak orang. Selain itu posisi masyarakat dalam ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan keilmuan dan pendidikan sendiri. Karena masyarakat akan selalu bergerak membuat, merancang, mendesain sampai mengeksekusi hal yang diperlukan bagi manusia itu sendiri. Hal ini sesuai dengan semangat pendidikan dan penelitian yang juga terus berkembang. Itulah mengapa pengabdian masyarakat penting untuk dilakukan dikarenakan posisinya yang sentral.

Ilmu yang kita dapatkan dalam perkuliahan diharapkan mampu menjawab tantangan yang terjadi di masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat artinya menuangkan keilmuan yang kita dapatkan di perguruan tinggi supaya bermanfaat untuk masyarakat. Bentuknya tentu bisa bermacam-macam, mulai dari penelitian, aplikasi keilmuan hingga usaha dalam bentuk mikro maupun makro. Ilmu yang sudah dipelajari hendaknya menjadi acuan bagi sivitas akademika agar ilmu pengetahuan menjadi berguna baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.

Selain keilmuan, bantuan dan dukungan materil, moril, maupun sosial perguruan tinggi terhadap perkembangan masyarakat yang tentunya ke arah yang lebih baik. Perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam bentuk apapun termasuk dengan melibatkan seluruh sivitas akademika. Keberlangsungan keilmuan pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan masyarakat itu sendiri sebagai salah satu instrumen kehidupan. Oleh karena itulah kontribusi perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Program pengabdian masyarakat yang selama ini dapat dirasakan manfaatnya salah satunya adalah program kerja kuliah nyata (KKN). Hadirnya mahasiswa di tengah-tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi. Program lain yang dilaksanakan seperti pendampingan komunitas masyarakat maupun organisasi, advokasi, ataupun pengembangan produk bagi perekonomian masyarakat juga merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat. Hal tersebut juga termasuk program-program perguruan tinggi yang menyasar pada pengembangan masyarakat di berbagai bidang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *