Cara Membuat Thesis

Jika anda adalah mahasiswa S2, maka membuat tesis sebagai karya akhir kuliah anda menjadi hukum wajib. Tesis pada dasarnya sama dengan karya akademik lainnya seperti skripsi atau jurnal. Namun letak perbedaan tesis adalah kedalaman pemahaman teori yang lebih diperdalam ketimbang skripsi pada S1. Sebagai gambarannya ketika S1 kita menggunakan teori untuk beranalisis, namun pada tesis kita tidak hanya beranalisis namun juga menjawab hubungan dan adaptasi teori dalam penelitian.

Perbedaan lain yang mendasar dari sebuah tesis adalah pertanyaan penelitian pada rumusan masalahnya. Pada skripsi, pertanyaan yang paling mendasar adalah berkisar pada how (bagaimana) yang menunjukkan bahwa skripsi lebih digunakan untuk menjawab sesuatu yang deskriptif atau menjelaskan alur suatu fenomena. Sementara dalam tesis terdiri atas dua pertanyaan yaitu how (bagaimana), dan why (mengapa) yang menunjukkan bukan hanya alur fenomena, melainkan juga menjawab mengapa sebuah fenomena bisa terjadi atau penyebabnya. Itulah mengapa bisa dikatakan tesis adalah versi lebih lanjut dari sebuah skripsi.

Karena perbedaan hal diatas tersebut mungkin anda ada yang masih bingung bagaimana cara atau alur pembuatan tesis. Pada dasarnya ketika anda berkonsultasi dengan dosen pembimbing hal tersebut bisa secara langsung dilakukan. Namun mungkin anda ingin mengetahui terlebih dahulu bagaimana dasar-dasar pembuatan tesis. Untuk itulah dalam tulisan ini akan dijelaskan dasar-dasar pembuatan tesis. Berikut ini cara membuat tesis secara umum yang harus anda ketahui:  

Tentukan Topik Penelitian

Sebagaimana pembuatan skripsi, pembuatan tesis juga mengharuskan anda menentukan terlebih dahulu topik atau tema penelitian yang akan anda buat. Anda bisa mencarinya berdasarkan penelitian terdahulu dalam tesis atau jurnal. Setelah topik ditentukan barulah anda melangkah untuk membuat dasar penelitian.

Jika anda tetap bingung dengan langkah ini, akan lebih baik ada tuangkan topik tersebut dalam bentuk pon per poin. Selanjutnya anda bisa memilih salah satu topik yang menurut anda menarik untuk dijadikan penelitian.

Setelah itu tentukan objek penelitian yang hendak anda jadikan penelitian. Hubungi terlebih dahulu objek penelitian tersebut untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan data seperti wawancara, data pribadi atau semacamnya. Hal ini diperlukan agar ketika penelitian berjalan, anda tidak lagi disibukkan dengan pencarian yang tidak diperlukan atau bahkan harus ganti judul penelitian.

Terakhir konsultasikan dengan dosen pembimbing tentang topik penelitian anda. Saran dan masukan dosen pembimbing diperlukan sebelum anda melakukan penelitian agar anda mengetahui beban penelitian anda. Jika dosen menolak topik penelitian anda, bukan berarti itu buruk. Barangkali ada satu dua topik yang menurut dosen anda tidak menarik atau terlalu sering topik itu berjalan dengan penelitian yang sama. Jadi pastikan topik penelitian anda menarik dan selalu berkonsultasi dengan dosen pembimbing tesis anda.

Membuat Proposal Penelitian (Bab I)

Setelah anda memiliki topik penelitian, maka langkah selanjutnya adalah membuat proposal penelitian. Pada bagian ini prakteknya sama dengan saat anda membuat skripsi, namun terdapat perbedaan yang harus anda ketahui. Tesis pada dasarnya menguji pemahaman anda terhadap teori dan konsep lebih lanjut. Artinya anda harus benar-benar memperhatikan bagaimana logika penelitian anda berjalan, sehingga antara latar belakang dengan kerangka teori harus bisa anda paparkan secara jelas dan menyambung. Jadi perhatikan bagaimana anda membuat latar belakang dan kerangka teori yang nantinya anda masukkan dalam penelitian.

  1. Judul Penelitian

Buatlah judul penelitian berdasarkan topik yang sudah anda bicarakan dengan dosen pembimbing. Formatnya tetap menggunakan subjek dan objek penelitian, namun karena ini adalah tesis maka anda diberi kebebasan untuk menentukan judul penelitian anda sendiri. Pastikan judul yang anda pilih juga sesuai dengan apa yang disarankan oleh dosen pembimbing anda.

  1. Latar Belakang

Tulislah fenomena atau rujukan penelitian sebelumnya dalam bagian ini. Cantumkan juga sejumlah referensi dalam penelitian sebelumnya mengenai topik penelitian yang sama atau dekat dengan penelitian anda.

  1. Rumusan Masalah

Setelah anda memaparkan latar belakang penelitian anda dengan jelas, maka selanjutnya tulislah pertanyaan penelitian anda.. Dalam tesis, pertanyaan penelitian harus menjawab sebab kejadian, maka format pertanyaan “Bagaimana” (How) dan “Mengapa” (Why) biasanya diwajibkan. Setidaknya dua format pertanyaan tersebut harus ada dan diperbolehkan membuat pertanyaan penelitian lain dengan format serupa dan masih terdapat hubungannya dengan topik penelitian anda.

  1. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Pada dasarnya tujuan dan manfaat penelitian ditulis secara terpisah. Tujuan penelitian adalah harapan yang akan dicapai penelitian itu sendiri. Apakah anda berharap dapat menemukan jawaban atas penelitian anda, atau anda ingin menemukan suatu temuan yang berguna maka tulislah pada bagian ini.

Sedangkan untuk manfaat penelitian tulislah mengenai manfaat teoritis dan praktis dari penelitian anda. Manfaat teoritis adalah kegunaan penelitian ini dalam menjelaskan sebuah fenomena atau hipotesis. Sedangkan manfaat praktis adalah manfaat penelitian mengenai kegunaan penunjang, apakah menambah keragaman penelitian atau ingin mengungkapkan apa yang mungkin kurang dari penelitian sebelumnya.

  1. Tinjauan Pustaka

Pada bagian ini anda dapat menuliskan penelitian yang digunakan sebagai rujukan pertama penelitian anda. Anda harus memastikan bahwa tinjauan pustaka adalah rujukan penelitian dan anda mengambil sesuatu yang tidak dimiliki oleh penelitian sebelumnya. Anda harus mencari minimal tiga rujukan penelitian seperti tesis, jurnal atau disertasi. Anda harus membuktikan dan menyatakan bahwa penelitian anda memiliki alur logika yang berbeda dengan penelitian sebelumnya.

Selain itu pastikan juga bahwa penelitian yang anda rujuk memiliki usia tidak lebih dari 10 tahun. Hal ini menandakan bahwa tesis anda memiliki keilmuan yang up to date dan topiknya masih diperbincangkan sampai hari ini dengan hadirnya penelitian dalam kurun waktu tersebut.

  1. Kerangka Teori dan Konsep

Ketika anda sudah memilih topik dan menuliskan referensi pada bagian tinjauan pustaka, maka selanjutnya adalah menuliskan kerangka teori dan konsep. Karena anda menulis penelitian dalam bentuk tesis, maka anda dibebaskan untuk memilih teori dan konsep sesuai dengan penelitian anda. Tidak ada batasan mengenai teori dan konsep yang digunakan, asalkan teori dan konsep tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena yang anda teliti. Opsi ini juga membolehkan anda memodifikasi teori atau konsep yang tidak perlu jika nantinya tesis sudah jadi.

Anda bisa menuliskan teori dan konsep pada penelitian sebelumnya, namun dengan pendekatan logis anda sendiri. Selain itu ada baiknya anda menuliskan satu teori untuk diturunkan menjadi metode penelitian. Jadi secara umum anda bisa menuliskan dua bentuk teori dan konsep, satu untuk diturunkan menjadi analisis dan satu lagi untuk metode penelitian.

  1. Sistematika Penalaran

Pada bagian ini anda bisa menambahkan bagaimana konsep anda secara umum mengenai penelitian anda. Hal ini cukup umum ada dalam setiap tesis untuk memastikan bahwa penelitian anda memiliki alur logika yang berbeda dari penelitian lain. Anda bisa menuliskan alur penelitian anda dengan gambar mapping yang isinya kurang lebih bagaimana anda memahami penelitian dalam tesis anda. Hal ini juga berfungsi bagi dosen pembimbing anda dan penguji tesis dikala mereka mungkin masih bingung dalam memahami alur berpikir anda.

  1. Metode Penelitian

Pada bagian ini seperti pada skripsi yaitu menuliskan subjek dan objek penelitian, sifat penelitian (kuantitatif, kualitatif atau mix method), analisis data serta batasan penelitian anda dalam tesis. Anda juga bisa menambahkan defenisi operasional untuk membuat defenisi yang mudah bagi yang nantinya membaca tesis anda agar apa yang akan anda cari dalam tesis anda lebih terarah.

  1. Sistematika Pembahasan

Terakhir lengkapi proposal anda atau Bab I ini dengan sistematika penulisan tesis anda. Tuliskan judul dan sub judul pembahasan anda dengan konsep poin per poin.

Kronologi Fenomena dan Eksplorasi Teori Terdahulu (Bab II)

Perbedaan lainnya antara skripsi dengan tesis adalah adanya bab ini. Jika anda mengambil skripsi dengan metodologi kuantitatif mungkin hal ini tidaklah mengagetkan. Sebab pada bab ini (Bab II) lebih banyak berkutat pada teori dan perkembangannya. Sedangkan pada tesis biasanya berisi mengenai permasalahan objek penelitian itu sendiri. Itulah mengapa dalam tesis pada bab ini akan lebih banyak bereksplorasi mengenai fenomena yang terjadi pada objek penelitian.

Anda bisa menuliskan riwayat mengenai sebuah fenomena atau konsep yang sudah anda tulis pada latar belakang penelitian atau kerangka teori. Anda bisa menuliskannya poin per poin dengan sub bab menyesuaikan apa yang akan anda tulis. Pada bagian ini pada dasarnya menguji kedalaman anda terhadap suatu fenomena dan dihubungkan dengan teori.

Profil Objek Penelitian (Bab III)

Pada bagian ini anda dapat menuliskan sejarah mengenai tempat atau objek penelitian mulai dari kemunculannya hingga saat ini. Anda juga bisa menambahkan problematika mengenai objek penelitian tersebut.

Analisis dan Pembahasan (Bab IV)

  1. Analisis

Pada bagian ini adalah tugas anda untuk membedah data yang sudah anda dapatkan berdasarkan analisis data yang digunakan. Ada beberapa jenis penulisan analisis, mulai dari murni pada sajian data sampai langsung dikuatkan dengan teori. Akan lebih baik jika anda berkonsultasi dengan dosen pembimbing anda mengenai gaya tulisan yang diperkenankan olehnya. Berikan juga kesimpulan singkat pada setiap analisis yang anda paparkan dalam tulisan tesis anda.

  1. Pembahasan dan Komparasi Penelitian Terdahulu

Bagian inilah semua intisari tesis anda dikomparasikan dengan teori dan konsep untuk menemukan kesamaan, perbedaan dan bahkan keunikan temuan. Tujuannya yaitu untuk menguji apakah teori dan konsep yang anda pakai masih relevan, perlu modifikasi atau bahkan membantahnya. Tentu saja anda harus benar-benar mendasarkan semua itu berdasarkan data yang sudah anda bedah tadi pada bagian analisis. Jika sudah buatlah asumsi penelitian anda yang secara garis besar dapat dijelaskan dengan logis.

Penutup (Bab V)

  1. Kesimpulan

Jika anda sudah membuat analisis dan pembahasan, maka anda harus melihat kembali rumusan masalah yang sudah anda buat pada Bab I. Setelah itu jawablah pada bagian kesimpulan dengan mendasarkan pembahasan yang sudah anda buat asumsinya tadi. Tuliskan saja sesuai dengan rumusan masalah anda

  1. Saran dan Kritik Penelitian

Bagian ini sebetulnya adalah opsional bagi penulisan tesis. Namun satu hal yang paling penting dari tesis di bagian ini adalah saran penelitian. Anda harus menuliskan apa yang seharusnya dilakukan pada penelitian selanjutnya. Selain itu anda bisa menuliskan kekurangan penelitian jika dirasa perlu (opsional).

Daftar Pustaka

Tulislah semua referensi yang anda gunakan mulai dari latar belakang sampai kesimpulan pada bagian ini. Format yang disediakan menyesuaikan format APA Style.

Lampiran

Pada bagian ini lampirkan data yang digunakan dalam penelitian. Jika data penelitian anda dalam bentuk digital, maka lampirkan dalam bentuk CD-ROM.

Cara Membuat Skripsi

Tugas akhir mahasiswa semester akhir adalah membuat sebuah penelitian yang dapat dipertanggung-jawabkan secara akademik. Skripsi pada umumnya sama dengan penelitian akademis lainnya, yaitu karya ilmiah yang didasarkan pada fenomena atau kejadian yang diharapkan bisa dijelaskan logikanya. Bagi mahasiswa, skripsi bisa dikatakan “magnum opus” atau karya akhir yang membutuhkan upaya ekstra. Hal ini dikarenakan pembuatan skripsi tidak bisa instan atau sehari bisa diselesaikan. Dibutuhkan waktu dan usaha untuk menyelesaikan skripsi secara lengkap dan kompeten.

Kenyataannya skripsi membutuhkan penalaran logis yang harus bisa dijelaskan seorang mahasiswa yang menelitinya. Selain itu harapannya skripsi yang baik itu dapat membuka cakrawala pengetahuan mahasiswa. Itulah mengapa skripsi masih menjadi salah satu penentu kelulusan mahasiswa sarjana strata satu (S1), disamping tugas akhir berupa karya yang saat ini juga diberlakukan. Mahasiswa yang dianggap bisa melakukan sebuah penelitian adalah ukuran dimana mahasiswa tersebut dianggap kompeten dan layak menyandang gelar sarjana.

Proses yang dibutuhkan untuk membuat dan menyelesaikan skripsi tentulah tidak mudah, namun hal tersebut seharusnya tidak perlu khawatir. Hal ini mengingat ketika anda menulis skripsi anda, dosen pembimbing akan memandu anda dalam mengerjakan skripsi anda sampai nantinya diujikan. Namun jika anda ingin mengerti urutan cara membuat skripsi secara umum, maka setidaknya anda siap untuk menempuh tugas ini. Berikut urutan cara pembuatan skripsi secara umum:

Menentukan Topik

  1. Tentukan terlebih dahulu topik penelitian yang ingin diteliti. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya dan melihat konteksnya saat ini. Penelitian sebelumnya juga dapat membantu anda untuk menyusun penelitian apa yang akan dibuat.
  2. Setelah menentukan topik, mulai konkretkan apa yang ingin anda teliti terlebih dahulu dengan topik bahasan anda
  3. Buatlah judul dan objek penelitian yang hendak anda teliti.
  4. Konsultasikan dengan dosen pembimbing anda mengenai topik dan judul yang anda buat. Masukan dosen akan membuat anda lebih mantap dalam merumuskan topik dan judul yang hendak anda tulis nantinya.

Pembuatan Proposal

Sebelum pembuatan skripsi, biasanya terlebih dahulu anda diharuskan membuat proposal penelitian. Hal ini berguna untuk menjelaskan seperti apa penelitian yang hendak anda lakukan nantinya. Proposal penelitian ini apabila telah disetujui oleh dosen pembimbing ketika acara seminar proposal, maka akan menjadi bab pendahuluan (Bab I Pendahuluan).

  1. Biasanya proposal terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, telaah pustaka, kerangka teori dan metodologi.
  2. Latar belakang penelitian bisa anda tulis terlebih dahulu mengenai fenomena yang hendak anda teliti. Bisa juga menggunakan rujukan penelitian sebelumnya sebagai dasar penelitian anda.
  3. Rumusan masalah berisi mengenai pertanyaan yang hendak anda jawab dari penelitian yang anda buat. Buatlah setidaknya dua pertanyaan penelitian anda terlebih dahulu sebelum melangkah ke langkah selanjutnya.
  4. Tujuan dan manfaat penelitian berisi mengenai apa yang ingin anda capai dalam penelitian ini. Tuliskan tujuan adanya penelitian ini dan manfaatnya.
  5. Telaah pustaka adalah bagian penelitian yang dijadikan rujukan penelitian anda. Tulislah penelitian yang anda rujuk dalam skripsi, jurnal, tesis atau disertasi yang sudah ditulis sebelumnya pada bagian ini. Usahakan penelitian yang dijadikan telaah pustaka adalah penelitian terbaru atau maksimal berusia 10 tahun. Setelah itu anda tulis juga apa perbedaan penelitian anda dengan penelitian sebelumnya.
  6. Pada bagian kerangka teori anda bisa menuliskan teori dan konsep yang anda rujuk dalam penelitian anda. Teori yang dimaksud adalah yang memiliki bahasan sama dengan fenomena yang anda teliti. Sedangkan konsep biasanya adalah turunan dari sebuah teori yang ada dalam penelitian lanjutan. Anda bisa menuliskan suatu teori dan konsep yang hendak anda gunakan dalam penelitian.
  7. Metode Penelitian anda bisa menuliskan jenis penelitian (kuantitatif atau kualitatif), sifat penelitian (deskriptif, eksploratif atau eksplanatif), subjek dan objek penelitian, hipotesis (bagi penelitian kuantitatif), defenisi operasional, jenis data primer dan sekunder serta batasan penelitian.
  8. Jangan lupa lengkapi dengan kata pengantar, daftar isi, daftar gambar di bagian awal sebelum Bab I dan sistematika penulisan di akhir pendahuluan.

Membuat Profil

Jika sudah mendapat persetujuan pada Bab I sesudah seminar proposal, maka selanjutnya adalah membuat profil objek yang menjadi penelitian (BAB II). Bagian ini umumnya adalah seputar informasi data dan tempat penelitian serta dinamika perkembangan penelitian yang terkait dengan objek penelitian.

  1. Anda dapat membuat profil objek penelitian terlebih dahulu. Paparkan mengenai apa yang menjadikan objek penelitian anda menarik untuk diteliti. Anda juga bisa menambahkan informasi lain mengenai hal-hal yang relevan dengan objek penelitian anda.
  2. Setelah itu anda bisa menambahkan penelitian yang ada kaitannya dengan objek penelitian anda. Hal ini berguna untuk melihat sejauh apa objek penelitian anda patut untuk diteliti. Selain itu hal ini dapat menambah keragaman tulisan anda pada bab ini.

Menyajikan Data dan Teori

Langkah selanjutnya adalah membuat analisis data dan menghubungkannya dengan teori yang dipakai sebagai rujukan penelitian (BAB III). Dalam bab ini anda diharuskan untuk mencatat setiap penemuan apa saja yang anda temukan dalam penelitian.

  1. Tulislah apa yang anda temukan dalam penelitian anda satu per satu berdasarkan data yang anda dapatkan. Agar temuan anda spesifik, tulislah poin-poin menarik dalam temuan anda dalam sub-bab temuan data.
  2. Setelah itu tulis dan hubungkan penemuan anda dengan teori dan konsep yang anda gunakan dalam penelitian dalam sub-bab pembahasan. Bandingkan temuan data yang anda temukan dengan teori dan konsep yang digunakan. Tuliskan apa yang menjadi kesamaan dan perbedaan dalam penelitian.
  3. Bagi anda yang menggunakan penelitian kuantitatif, hubungkanlah temuan data anda dengan defenisi operasional yang anda buat. Hal ini dapat membantu anda dalam “bercerita” mengenai data yang anda temukan.
  4. Ada beberapa dosen pembimbing anda yang mungkin lebih menyarankan anda mencampur temuan data dengan teori atau konsep secara langsung. Untuk lebih memahami cara penulisan semacam ini lebih baik anda berkonsultasi dengan dosen pembimbing anda lebih lanjut.

Penutup

Setelah anda melakukan analisis dan menemukan poin-poin temuan, maka selanjutnya anda tuliskan poin kesimpulan dalam penelitian anda (Bab IV Penutup). Terdapat tiga sub-bab dalam bagian ini yaitu kesimpulan, kritik dan saran.

  1. Tulislah hasil penelitian anda secara keseluruhan dengan memperhatikan rumusan masalah yang anda buat. Jika perlu buatlah poin kesimpulan penelitian berdasarkan rumusan masalah dan temuan data.
  2. Tulislah kekurangan penelitian dan saran bagi penelitian kedepannya. Hal ini membantu anda dalam merefleksikan penelitian anda supaya lebih baik kedepannya.
  3. Jika terdapat kritik penelitian maka tuliskanlah kritik dengan jelas.
  4. Jika penelitian anda bersifat kuantitatif, maka tulis juga kesimpulan hipotesis yang anda sudah buat sebelumnya pada Bab I. Anda harus menyatakan mana hipotesis yang anda terima dan yang tidak sesuai hasil penelitian anda.

Daftar Pustaka dan Dokumen Penelitian

Terakhir anda menuliskan berbagai referensi yang anda gunakan dalam penelitian.

  1. Anda bisa menuliskan daftar pustaka dengan menggunakan format nama, tahun, judul buku, kota dan penerbit (misalnya: Littlejohn, Stephen W. dan Foss, Karen. 2009. Encyclopedia of Communication Theory. London: Sage Publications.) atau mengacu penggunaan APA style.
  2. Dokumen penelitian yang utamanya berbentuk teks, dilampirkan pada bagian akhir skripsi. Jika terdapat data dalam bentuk digital, maka dapat dilampirkan dalam bentuk CD.

Cara Membuat Proposal Skripsi

Ketika anda sudah memasuki semester akhir, maka artinya anda sudah harus segera bersiap-siap untuk menyambut tugas akhir yang harus anda kerjakan sebelum lepas dari kampus. Saat ini ada dua format pengujian yang digunakan untuk mengukur kompetensi akhir mahasiswa, yaitu tugas akhir dan skripsi. Utamanya yang kami sebutkan terkahir menjadi salah satu tugas akhir yang sifatnya merata dan telah menjjadi standar umum utamanya untuk mahasiswa S1.

Skripsi sendiri merupakan sebuah karya ilmiah yang lebih banyak merujuk pada penjelasan atas sebuah fenomena. Dalam skripsi anda dituntut untuk dapat menjelaskan suatu fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Namun terdapat proses untuk memulai pembuatan skripsi yang dinamakan proposal skripsi. Proposal skripsi adalah sebuah pengajuan penelitian yang dilakukan mahasiswa dengan tujuan apakah sebuah judul dan topik penelitiannya dapat diterima sehingga dilanjutkan dengan pembuatan skripsi secara penuh. Nantinya proposal skripsi yang dibuat masih harus diujikan dalam acara seminar proposal untuk menguji logika penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa.

Dalam pembuatan proposal skripsi dibutuhkan berbagai upaya untuk pembuatannya, termasuk menentukan detail-detail penelitian yang nantinya digunakan. Namun pada dasarnya anda bisa melakukannya dengan tetap berkonsultasi dengan dosen pembimbing skripsi anda. Anda tetap bisa membuatnya dengan memperhatikan arahan dari dosen anda. Selebihnya anda harus mencoba untuk merangkai bagian per bagian dalam pembuatan proposal skripsi. Berikut langkah-langkah yang harus anda lalui untuk membuat sebuah proposal skripsi:

  1. Menentukan Topik Skripsi

Tentukan terlebih dahulu tema penelitian anda atau yang sering disebut topik. Topik dalam konteks skripsi merupakan isu utama yang nantinya hendak anda teliti bersamaan dengan objek penelitian anda. Ibarat anda akan menggambar, maka anda sudah punya rencana apa yang akan anda gambar begitu juga skripsi. Anda bisa mencari topik dari penelitian sebelumnya berupa skripsi, jurnal, tesis dan disertasi. Setelah itu anda konkretkan topik yang ingin anda ambil, lalu anda tinggal mencari objek penelitian untuk mendapatkan data penelitian nantinya.

  1. Judul Skripsi

Hal kedua yang harus anda lakukan adalah membuat sebuah judul penelitian yang hendak anda lakukan. Judul penelitian biasanya terdiri atas subjek (topik penelitian) dan objek (tempat atau sumber data utama dalam penelitian). Pastikan bahwa anda membuatnya berdasarkan format tersebut. Anda juga bisa menambahkan objek penelitian apabila memang penelitian anda ingin membandingkan kedua objek dalam satu penelitian. Anda juga bisa meminta bantuan dosen pembimbing skripsi anda untuk menolong anda dalam menyusun judul skripsi anda.

  1. Membuat Latar Belakang

Jika anda sudah membuat judul, maka selanjutnya anda harus membuat pengantar dimana hal tersebut merupakan dasar skripsi yang hendak anda buat. Inilah yang dinamakan sebagai latar belakang, dimana anda harus meletakkan dasar penelitian anda dalam bentuk penjelasan. Anda bisa memulainya dari fenomena lalu ke kasus konkret untuk membuat latar belakang ini.

  1. Rumusan Masalah

Pada bagian ini anda diharuskan untuk menentukan pertanyaan penelitian untuk menjawab tantangan dalam penelitian anda. Dalam skripsi, penjelasan deskriptif lebih diutamakan sehingga pertanyaan bagaimana (how) adalah yang paling umum dituliskan. Anda bisa menuliskan dua sampai tiga pertanyaan untuk rumusan masalah ini.

  1. Tujuan

Pada dasarnya setiap penelitian memiliki maksud berupa tujuan dan manfaat ketika ditulis. Namun anda harus berhati-hati dalam menuliskan hal ini, dikarenakan tujuan penelitian biasanya lebih dari sekedar “mengetahui” namun juga eksplorasi, kritik dan sejumlah fungsi lain dalam paradigma penelitian. Jadi anda perlu merumuskan tujuan penelitian berdasarkan apa yang hendak anda cari dalam sebuah penelitian. 

  1. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian pada dasarnya merupakan nilai yang ditawarkan dalam sebuah penelitian. Artinya penelitian pasti mengarah kepada perbaikan pemahaman, menambah variasi keilmuan, atau bisa juga untuk menjadi pemicu bagi siapapun untuk melakukan penyelidikan menyeluruh agar suatu keilmuan relevan dan berkembang sesuai perkembangan zaman. Itulah mengapa manfaat penelitian terbagi menjadi dua, yaitu secara teoritis (manfaat bagi perkembangan teori dan konsep) maupun praktis (manfaat yang dirasakan secara nyata). Pada bagian ini anda dapat menuliskan manfaat secara teoritis dan apa yang menjadi harapan bagi penelitian anda.

  1. Tinjauan Pustaka

Pada bagian ini anda harus menuliskan penelitian utama yang anda jadikan rujukan skripsi untuk mengetahui apa yang menjadi perbedaan antara penelitian anda dan yang dilakukan sebelumnya. Setiap penelitian terdahulu memiliki tujuan yang mungkin berbeda dengan apa yang hendak anda tulis dalam skripsi. Anda bisa menuliskan perbedaan-perbedaan tersebut pada bagian ini dengan minimal menulis tiga penelitian yang mirip atau hampir sama dengan yang anda kerjakan.

  1. Kerangka Teori

Bagian ini anda harus menuliskan teori yang hendak anda gunakan dalam menjelaskan temuan data pada bagian pembahasan. Fungsi dari kerangka teori ini adalah untuk menjelaskan apa yang anda pikirkan mengenai penelitian ini beserta dengan pemahaman anda terhadap sebuah teori atau konsep. Anda bisa menuliskan teori beserta konsep sebagai pelengkap dari teori. Anda juga bisa menuliskan teori dari digunakan dalam penelitian sebelumnya sebagai perbandingan. Anda juga harus menjelaskan hubungan teori dan konsep, apakah keduanya berhubungan atau hanya untuk mempermudah penjelasan. Selanjutnya anda bisa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk menyusun teori dan konsep.

  1. Metode Penelitian

Pada bagian ini anda diharuskan untuk menentukan cara dan jenis dari penelitian yang akan anda bedah. Secara umum penelitian terbagi menjadi dua jenis penelitian yaitu kualitatif atau kuantitatif. Namun analisis data sangat bervariasi tergantung seperti apa setiap keilmuan dalam menggunakan teknik analisis datanya. Begitu juga sifat penelitiannya apakah deskriptif, eksploratif atau naratif. Anda juga harus menentukan detail penelitian pada bagian ini seperti subjek dan objek penelitian, teknik pengumpulan data (wawancara,survey, kuesioner, atau data digital) analisis data, dan sajian data. Artinya anda harus terlebih dahulu memahami metodologi penelitian beserta cara-cara pemilihannya supaya skripsi anda dapat terdeskripsikan dengan baik.

  1. Sistematika Pembahasan

Terakhir dalam proposal anda harus memiliki rencana bagaimana susunan skripsi yang hendak anda tulis seluruhnya. Anda tinggal menuliskan apa saja yang akan anda tulis dari awal hingga akhir skripsi secara singkat pada bagian ini.

Saran

Penyusunan proposal skripsi biasanya membutuhkan beberapa hal teknis yang harus anda perhatikan jika anda tidak ingin ada kesalahan yang tidak perlu untuk dilakukan. Terkadang hal-hal semacam itu menjadi masalah tersendiri dan mempengaruhi penyusunan proposal. Oleh karena itu ada beberapa hal yang disarankan untuk anda lakukan dalam menyusun proposal skripsi:

  1. Sangat dimungkinkan bahwa judul skripsi anda baik dalam proposal atau ketika sudah jadi penuh nantinya berubah. Hal ini dikarenakan penyesuaian dan revisi yang dilakukan terus-menerus supaya tulisan menjadi lebih baik. Anda harus telaten dalam mengikuti dan mempertimbangkan setiap masukan dalam proposal skripsi anda. Selain itu perlu adanya judul yang baik dengan menentukan subjek dan objek yang tepat agar proposal skripsi lebih diterima.
  2. Dalam skripsi penilaian yang paling umum adalah kerapian tulisan (meliputi penulisan referensi sampai keaslian tulisan) dan logika penelitian. Oleh karena itulah dua hal tersebut harus menjadi perhatian utama mahasiswa dalam penyusunan proposal skripsi hingga nantinya selesai.
  3. Hendaknya penulisan proposal harus memperhatikan hubungan antar satu paragraf dengan paragraf lainnya serta antar bagian dengan bagian lainnya. Terutama pada bagian kerangka teori dan konsep dimana keduanya merupakan satu kesatuan yang berhubungan. Usahakan anda dapat menjabarkan teori dan konsep secara bersambung sesuai dengan cara berpikir dan pemahaman anda.
  4. Setiap dosen pembimbing skripsi biasanya memiliki gaya tulisan berbeda-beda dengan penekanan yang juga beragam. Ada baiknya anda berkonsultasi secara intens dengan dosen pembimbing skripsi tentang proposal skripsi yang anda buat. Hal ini jelas membantu anda dalam menyusun proposal skripsi sebelum nantinya diseminarkan agar hasilnya dapat maksimal sehingga anda bisa melanjutkan kepenulisan skripsi anda hingga akhir.

Cara Membuat Latar Belakang Penelitian

Jika anda membuat skripsi, tesis, jurnal, disertasi atau bahkan buku maka pastilah dimulai dari sebuah permasalahan. Tanpanya mustahil karya ilmiah dibuat atau bahkan tanpa tujuan sama sekali. Kenyataannya setiap karya ilmiah pasti memiliki dasar penulisan yang menjelaskan suatu kejadian ataupun anomali yang mungkin terjadi baik dalam ilmu pengetahuan, sosial, hukum pasti bahkan masyarakat sendiri. Itulah mengapa penelitian serta karya ilmiah lahir untuk menawab tantangan atas sebuah masalah atau pertanyaan yang sampai sekarang belum bisa terjawab. Bahkan tidak jarang penelitian justru berangkat dari permasalahan sebelumnya yang gagal dijelaskan namun memiliki kesamaan pada dasar penulisannya. Setiap dasar penulisan tersebut terejawentahkan dalam bentuk latar belakang penelitian.

Latar belakang penelitian yang merupakan dasar penelitian otomatis menjadikannya sebagai titik penting dari penelitian itu sendiri. Sebuah penelitian harus berpijak terhadap apa yang mendahuluinya, entah itu sebuah studi, fenomena, kasus dan lain sebagainya yang menyebabkan sebuah penelitian harus ditulis. Selain itu latar belakang penelitian bukan hanya sebagai dasar pijakan penelitian, namun juga sebagai penjelas penting bagi setiap pembacanya. Pembaca karya ilmiah yang anda buat akan secara otomatis mengarahkan pandangannya terlebih dahulu pada latar belakang penelitian dikarenakan nilai pentingnya ada pada bagian tersebut. Itulah mengapa dalam beberapa hal latar belakang penelitian mendapatkan porsi lebih dari penilaian karya ilmiah. Tanpanya ilmu pengetahuan menjadi semu untuk dipelajari, apalagi untuk memahami arti penting dari penelitian tersebut.

Artinya jika anda ingin bahwa penelitian anda memang penting untuk dilakukan dan dapat menjelaskan sesuatu, anda harus menjelaskannya dengan baik pada bagian ini. Anda harus banyak bereksplorasi menemukan kata dan logika yang tepat ketika menuliskan dasar penelitian anda pada latar belakang penelitian. Dengan begitu pembaca penelitian anda menjadi tertarik untuk mempelajari dan mendalami karya anda. Selain itu ibarat sebuah jendela, latar belakang penelitian juga merupakan bukan hanya sebagai pembuka namun juga nantinya diharapkan dapat memberi pencerahan bagi orang yang membaca penelitian anda. Hal ini berlaku secara umum baik anda mengerjakan skripsi sampai disertasi, maupun dari karya ilmiah sampai buku. Oleh karena itulah setidaknya anda harus belajar membuat latar belakang pendidikan yang baik dan efektif.

Cara Membuat Latar Belakang Penelitian

Untuk menulis latar belakang pada dasarnya tergantung dari pengalaman anda ketika menulis. Anda tidak bisa menyebutnya mudah bagi yang sudah bisa menulis,namun juga tidak bisa dikatakan sulit bagi yang mungkin masih perlu belajar menulis. Anda harus mengetahui bahwa latar belakang penelitian bukanlah didasarkan pada cerita rakyat atau novel non-fiksi, melainkan suatu kejadian objektif yang secara teori bisa diulangi dan dibuktikan secara ilmiah. Itulah mengapa bahasa dalam latar belakang cenderung bergaya formal dan dalam beberapa hal tidak bertele-tele meskipun tetap membutuhkan ritme penulisan. Berikut cara membuat latar belakang penelitian secara umum:

  1. Menulis Fenomena, bukan Kasus

Suatu kejadian pasti terdapat kecenderungan tertentu entah menjadi aneh, unik, berlainan, bertentangan ataupun berbalik seperti deja vu. Hal inilah yang dinamakan fenomena, yaitu kecenderungan atas suatu kejadian atau keadaan yang telah terjadi. Penulisan fenomena merupakan dasar ilmiah dikarenakan sifatnya yang bisa terulang, dijelaskan dan nantinya dicari penyebabnya dalam sebuah penelitian. Anda bisa menuliskannya seperti sebuah kronologi kejadian dan respon atas suatu kejadian.

Jadi yang pertama kali anda tulis dalam latar belakang penelitian bukan kasusnya, melainkan kecenderungan atas suatu kejadian tersebut. Anda tetap bisa menuliskan kasus yang ada, namun harus dibarengi dengan kecenderungan atas suatu kejadian. Karena pada dasarnya anda nantinya harus bisa menjelaskan fenomena tersebut dalam konteks kasus yang anda tulis dalam karya ilmiah. Oleh karena itulah anda harus menekankan penulisan fenomena dalam latar belakang penelitian.

  1. Bisa Juga dari Kelemahan Studi Sebelumnya

Penulisan latar belakang juga bisa dimulai dari kelemahan studi sebelumnya, utamanya jika anda ingin membuat perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Kelemahan studi sebelumnya harus anda paparkan dengan perbandingan analisis dan asumsi. Biasanya hal ini digunakan dalam rangka membantah penelitian sebelumnya atau berusaha memaparkan sudut pandang lain dalam penelitian. Namun ketika anda memang ingin menulis dari kelemahan studi sebelumnya, anda harus memperhatikan terlebih dahulu studi yang ingin anda ambil supaya jelas apa yang berusaha anda lengkapi dari penelitian yang anda lakukan. Sehingga studi anda lebih “berisi” dan berguna untuk menjawab kelemahan penelitian sebelumnya.

Untuk melakukan hal ini, anda harus menjelaskan terlebih dahulu studi sebelumnya yang telah dipaparkan beserta asumsi teori yang dipakai. Lalu anda bisa menggunakan objek penelitian yang sama, atau dengan kasus lain yang memiliki kronologi fenomena yang sama sebagai pembanding. Pada titik perbandingan itulah anda lalu memaparkan dapat memaparkan kelemahan penelitian sebelumnya dan apa yang akan anda cari dalam penelitian anda.

  1. Kasus atau Objek Penelitian

Setelah itu anda bisa menuliskan kejadian yang terjadi baik kejadian singkat maupun versi beruntunnya. Penulisan kasus biasanya lebih utama jika dijelaskan secara ringkas dan poin menarik apa yang ada dalam kasus tersebut. Caranya anda tinggal menuliskan dimana, kapan dan apa yang terjadi dalam sebuah kejadian. Tambahan data kronologis biasanya juga bisa digunakan terutama untuk penelitian tingkat lanjut seperti dalam tesis atau disertasi.

Bisa juga anda menjelaskan terlebih dahulu kasus dalam sebuah latar belakang, namun harus dibarengi dengan fenomena atau kecenderungan kejadiannya. Ingat, anda pada dasarnya harus mengeksplorasi apa yang bisa diulang, bukan detail kejadian. Jadi pastikan anda menulis kasus dalam konteks terhubung dengan fenomena, baik fenomena baru ataupun sudah lama namun dengan bentuk yang berbeda. Hal itu lebih memudahkan anda ketimbang anda menuliskan sesuatu yang abstrak di latar belakang penelitian.

  1. Asumsi Peneliti

Jika anda sudah bisa menghubungkan fenomena dan kasus, maka yang anda lakukan selanjutnya adalah membuat asumsi. Asumsi adalah pendapat yang didasarkan pada kejadian yang nantinya bisa digunakan sebagai dasar pencarian atau rumusan masalah dalam sebuah penelitian. Asumsi ini bisa dikatakan merupakan pendapat anda secara pribadi baik subjektif maupun objektif, namun harus didasarkan pada kejadian atau data.

Caranya adalah anda paparkan pendapat anda dalam kejadian itu layaknya sebuah argumentasi umum beserta dengan kejadian atau data yang ada. Bisa juga anda tuliskan berdasarkan perbandingan fenomena yang terjadi dan diambil kesimpulannya secara singkat. Asumsi peneliti pada dasarnya diperbolehkan dalam penelitian selama didasarkan pada kedua hal tersebut (fenomena dan data). Selain itu gunakanlah asumsi penelitian yang efektif dan efisien agar tidak membingungkan bagi pembaca karya ilmiah anda.

  1. Apa yang hendak dicari dalam Penelitian

Terakhir, anda tinggal menuliskan apa yang hendak anda cari dalam latar belakang penelitian anda. Jelasnya anda dalam sebuah penelitian harus menetapkan apakah anda hendak menemukan sesuatu, membantahnya melalui tulisan ilmiah anda atau menemukan kebenaran lainnya. Hal ini nantinya menjadi dasar untuk merumuskan rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian secara runtut.

Caranya anda bisa menyatakan secara khusus harapan dari penelitian ini. Bisa juga secara langsung anda nyatakan pencarian yang belum dilakukan pada penelitian sebelumnya beserta potensi temuan anda terhadap ilmu pengetahuan nantinya. Anda bisa juga menuliskan secara gamblang letak perbedaan-perbedaan penelitian anda dan harapan kontribusi dari penelitian yang anda lakukan. Hal ini bukan hanya akan membantu anda dalam merumuskan pertanyaan penelitian namun juga batasan penelitian yang anda lakukan nantinya.